1.3 Bentuk-Bentuk Penerapan Induksi Matematika
1.3.1 Penerapan Induksi Matematika pada Barisan dan Bilangan
Pada jenis deret, biasanya persoalan induksi matematika ditemui dalam bentuk penjumlahan yang beruntun.
Sehingga, pada persoalan deret haruslah dibuktikan kebenarannya pada suku pertama, suku ke-k dan suku ke-(k+1).
Buktikan 2 + 4 + 6 + … + 2n = n(n + 1), untuk setiap n bilangan asli.
Jawab :
P(n) : 2 + 4 + 6 + … + 2n = n(n + 1)
Akan dibuktikan n = (n) benar untuk setiap n ∈ N
Langkah
Pertama :
Akan ditunjukkan n=(1) benar
2 = 1(1 + 1)
Jadi, P(1) benar
Langkah
Kedua :
Asumsikan n=(k) benar yaitu
2 + 4 + 6 + … + 2k = k(k + 1), k ∈ N
Langkah Ketiga
Akan
ditunjukkan n=(k + 1) juga benar, yaitu
2 + 4 + 6 + … + 2k + 2(k + 1) = (k + 1)(k + 1 + 1)
Dari
asumsi :
2 + 4 + 6 + … + 2k = k(k + 1)
Tambahkan kedua ruas dengan uk+1 :
2 + 4 + 6 + … + 2k + 2(k + 1) = k(k +
1) + 2(k + 1)
2 + 4 + 6 + … + 2k + 2(k + 1) = (k + 1)(k + 2)
2 + 4 + 6 + … + 2k + 2(k + 1) = (k + 1)(k + 1 + 1)
Jadi, n = (k + 1) benar
1.3.2 Penerapan Induksi Matematika pada Keterbagian
Untuk n bilangan asli, x ≠ 1, buktikan dengan induksi matematika bahwa xn – 1 habis dibagi (x – 1).
Pembahasan:
Misalkan P(n) = xn – yn .
Untuk membuktikan P(n) = xn – 1 habis dibagi (x – 1), artinya P(n) dapat dituliskan sebagai kelipatan x – 1.
Oleh karena itu, akan ditunjukkan P(n) = xn – 1 memenuhi kedua prinsip induksi matematika.
Langkah Awal :
Untuk n = 1, sangat jelas bahwa x – 1 = (x – 1) × 1.
Demikian halnya untuk n = 1 diperoleh bahwa x2 – 1 = (x – 1)(x + 1). Artinya jelas bahwa P(2) = x2 – 1 habis dibagi (x – 1).
Langkah Induksi :
Pada bagian langkah induksi, kita peroleh bahwa P(2) benar. Karena P(2) benar, maka P(3) juga benar. Namun, perlu kita selidiki pola hasil bagi yang diperoleh untuk n pangkatt 3.
- Untuk n = 3, maka x3 – 1 = (x – 1)(x2 + x + 1 ).
- Untuk n = 4, maka x4 – 1= (x – 1)(x3 + x2 + x + 1).
- Untuk n = 5, maka x5 – 1 = (x – 1)(x4 + x3 + x2 + x + 1).
Jadi untuk n = k, maka P(k) = xk – 1 = (x – 1)(xk – 1 + 1).
Oleh karena itu, disimpulkan bahwa P(k) = xk – 1 habis dibagi x – 1. Selain itu, juga dapat kita simpulkan bahwa P(k – 1) = xk – 1 – 1 juga habis dibagi (x – 1).
1.3.3 Penerapan Induksi Matematika pada Ketidaksamaan
Untuk setiap bilangan asli n, kita memiliki pernyataan
yang memenuhi dua kondisi sebagai berikut.
1. P₁ dibuktikan benar;
2. Jika
dianggap benar untuk setiap bilangan asli k, maka
harus dibuktikan juga benar.
Kesimpulan (1) dan (2) menunjukkan
benar untuk setiap bilangan asli n.
Mari kita lihat soal tersebut.
Salah satu penerapan induksi matematika pada ketidaksamaan dalam pertidaksamaan
eksponen yang akan dijelaskan sebagai berikut.
Untuk setiap bilangan asli n, buktikan bahwa 2ⁿ > n.
Bukti :
Misalkan
≡ 2ⁿ > n.
Langkah 1 :
P₁ ≡ 2¹ > 1 (benar)
Langkah 2 :
Anggap
(benar)
Akan dibuktikan
(benar)
(karena k > 1 benar)
Kesimpulan :
≡ 2ⁿ > n
Terbukti.
Sumber : https://tambahpinter.com/induksi-matematika
Semoga bermanfaat, Selamat belajar, Semangat teman-teman😉
Terima kasih ka atas kontennya, semangat untuk konten bikin konten konten berikutnya
BalasHapusSemangat juga bang zeki
HapusSemangatt lilisa <3
BalasHapusSemangat juga kaka alipp
HapusBermanfaat 👍
BalasHapusmakasih kaka
Hapus